The Power of Teams
Marcus B dan A Goodall penulis artikel berjudul The Power of Hidden Teams (On Talent, HBR’s 10 Must Reads, 2022), menyampaikan pernyataan masalah terkait tim kerja, produktivitas kerja, inovasi, dan upaya untuk mengurangi penyimpangan dalam sistem kerja. Berikut terjemahan sebagian dari isi artikel tersebut di atas:
Penelitian menunjukkan bahwa pelibatan pekerja di tingkat yang tinggi berkorelasi dengan perilaku inovasi dan produktivitas, kurangnya penyimpangan, dan berbagai manfaat lainnya. Tetapi bila kita memperhatikan dengan melewati waktu dan geografis, kita bisa melihat bahwa apapun organisasi yang telah lakukan untuk membuat pelibatan pekerja, namun mereka tidak berkerja dengan baik; hanya 16% dari pekerja yang secara penuh terlibat, sementara 84% hanya melaksanakan pekerjaan tanpa usaha untuk melakukannya dengan baik. Masalahnya adalah bahwa kita tidak memiliki pemahaman apa yang jadi faktor penentu pelibatan tersebut.
Solusinya dinyatakan bahwa cara yang paling efektif untuk memperbaiki kesehatan orang dan produktivitasnya dalam bekerja adalah fokus bukan pada budaya atau individu seperti mereka bekerja secara terpisah, namun lebih kepada timnya. Orang yang di sebagian besar waktunya dalam tim dua kali lebih besar terlibat daripada mereka yang bekerja sendiri. Organisasi yang ingin meningkatkan keterlibatan harus melihat secara jelas pertama-tama adalah tim dan kemudian melakukan investasi dan energi langsung untuk memperbaiki pengalaman tim.

The power of Teams
Kontribusi pekerja yang secara penuh terlibat adalah sebanyak dua kali lipat bila mereka kerja dalam tim sebagaimana gambar di bawah ini:

Seeing Teams
Organisasi bisa melihat boks dan garis dalam organization chart, tetapi gagal untuk menghitung untuk banyak tim aktual. Ketika studi, ADP Research Institute bertanya pada responden apakah mereka bekerja pada lebih dari satu tim, dan berapa jumlah dari tim tersebut yang muncul dalam organizational chart, 64% mengatakan yes, dan dari jumlah tersebut, ¾-nya mengatakan tambahkan tim tidak muncul dalam directory. Sebagian besar kerja adalah teamwork, tetapi 50% dari tim tersebut tidak nampak oleh perusahaan.
ADP Research Institute mengadakan studi untuk mengukur level keterlibatan lebih dari 19.000 pekerja di seluruh dunia dan mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi daya tarik yang membuatnya tetap terlibat. Kajian fokus lebih pada aspek keterlibatan dimana organisasi dapat mempengaruhi daripada hal-hal yang di luar kontrol seperti politik, ekonomi, dan kepentingan individu.
Diperoleh delapan pernyataan (diambil dari rekaman suara menjadi teks/verbatim, dari studi ADP Research Institute menangkap emosi dan sikap para pendahulu untuk terlibat dan perilaku dari pekerja yang produktif, dengan hasil sebagai berikut:
- Saya sangat antusias dengan misi dari perusahaan.
- Dalam bekerja, saya mengerti dengan jelas apa yang diharapkan dari saya.
- Dalam tim saya, saya dikelilingi oleh orang-orang yang berbagi nilai-nilai saya.
- Saya memiliki kesempatan menggunakan kekuatan saya setiap hari dalam bekerja.
- Tim kerja saya menjadi sandaran saya.
- Saya tahu bahwa saya akan dikenali untuk kerja yang sempurna.
- Saya memiliki percaya diri yang besar dalam masa depan perusahaan.
- Dalam pekerjaan saya, saya selalu ditantang untuk tumbuh.
Focus on Trust
Data kami menunjukkan secara langsung pembeda terbesar antara tim dengan performa tinggi dan rendah: percaya pada team leader. Anggota tim yang sangat setuju bahwa mereka percaya pada team leader, tingkat keterlibatannya sampai delapan kali lipat daripada mereka yang tidak percaya. Kepercayaan ini sangat mendalam dan tanpa pertanyaan. Anggota tim yang hanya setuju bahwa ia percaya team leader-nya, menunjukkan secara kasar pada level keterlibatan yang sama dengan seseorang yang secara aktif tidak percaya pada team leader. For trust to matter, it must be extreme.
The Power of Trust
Sebagaimana dicatat, kontribusi para pekerja yang secara penuh terlibat lebih daripada dobel bila mereka dalam tim, dan akan lipat dua lagi apabila mereka sangat percaya pada team leadernya.

Lesson Learned
Pembelajaran dari kajian tersebut menunjukkan hal yang sangat menarik. Pertama, pentingnya bekerja dalam tim untuk meningkatkan keterlibatan untuk mendapatkan produktivitas, inovasi dan beragam manfaat lainnya seirama dengan misi organisasi. Kedua, keterlibatan tersebut semakin meningkat ketika level kepercayaan (trust) kepada pemimpinnya tinggi-sangat tinggi, bahkan sampai pada tingkat kepercayaan yang tidak perlu dipertanyakan lagi.
Kajian tentang keterlibatan staf, pentingnya tim kerja dalam organisasi publik, organisasi pemerintah yang mengemban amanat undang-undang, seperti Ditjen KSDAE, yang mendapatkan mandat mengurus kawasan konservasi 27 juta hektar, pasti tidak mungkin dilakukan secara sepihak. Faktor leadership, teamwork, shared mission, trust building, opportunity to implement strength, values sharing, participation, collaboration, innovation, menjadi faktor-faktor kunci keberhasilan dalam membangun collective awareness and collective action. Bagaimana menurut anda? Bagaimana anda membangun tim kerja di tingkat nasional, dan di tingkat lapangan?***
Rujukan Marcus B & A. Goodall., 2022. The Power of Hidden Teams in On Talent. HBR’s 10 Must Read. Harvard Business School Publishing Corporation.

Tinggalkan Balasan